Tampilkan postingan dengan label agribisnis. Tampilkan semua postingan

Data Produksi Buah-buahan Provinsi Lampung

Lampung Agribisnis - Data Produksi Buah-buahan Provinsi Lampung : Provinsi Lampung selama ini termasuk lima besar sentra produksi nasional untuk produk buah-buhan, dengan rata-rata total produksi per tahun untuk 22 jenis buah-buahan sebesar 1,4 juta ton. kontribusi terhadap produksi nasional sebesar 7,3 persen dan terhadap produksi Sumatera sebesar 26,9 persen. Dari rata-rata total produksi tersebut,  prakiraan permintaan pasar lokal atau konsumsi untuk Lampung sebesar 42 persen. Sementara, kapasitas pasokan produk buah-buahan Lampung ke daerah lain di Pulau Jawa sebesar 58 persen.

Komoditas unggulan buah-buahan Lampung adalah pisang, manggis, pepaya, nenas, durian, dan sayurannya adalah cabai. Produksi pisang segar Lampung tahun 2013 mencapai 984.298 ton. Atau meningkat 20,40 persen, jika dibandingkan produksi tahun 2012 sebesar 817.606 ton, dengan kontribusi terhadap nasional sebesar 13,21 persen (urutan ke tiga).

Penyumbang terbesar produksi pisang Lampung adalah Kabupaten Pesawaran, dengan realisasi produksi tahun 2013 mencapai 538.416 ton atau 54,70 persen dari produksi Provinsi Lampung, --sehingga layak ditetapkan sebagai kawasan pisang nasional.

Berbagai jenis produk pisang yang dipasarkan melalui Pelabuhan Bakauheni, rata-rata sebesar 577 ton per hari, dengan tujuan pasar ke DKI Jakarta (47,40 persen), Jawa Barat (29,10 persen) dan Banten (21,70 persen).

produksi manggis Lampung pada 2013, mencapai 3.715 ton yang diproduksi dari sentra utama di Kabupaten Tanggamus dengan kontribusi sebesar 81,90 persen. Sebagian besar produk manggis Lampung dipasarkan ke Pulau Jawa, baik untuk konsumsi lokal maupun tujuan ekspor, Produk unggulan dari Tanggamus adalah Manggis Saburai, yang telah mendapatkan Sertifikasi Prima 3.
Read more

Melihat Potensi Agribisnis Provinsi Lampung

Peta Potensi Agribisnis Provinsi Lampung : Dengan luas ± 3.528.835 ha, Provinsi Lampung memiliki potensi sumber daya alam yang sangat beraneka ragam, prospektif, dan dapat diandalkan, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pertambangan, pariwisata, sampai kehutanan. Provinsi ini memiliki lahan sawah irigasi teknis seluas 103.245 ha, sawah, irigasi setengah teknis 24.164 ha, dan lahan sawah  irigasi non teknis seluas 244.008 ha. Total saluran irigasi mencapai 371.417 km. Sawah-sawah inilah yang pada 2006 menghasilkan 2.129.914 ton padi (gabah keringgilingGKG), terdiri atas 1.959.426 ton padi sawah dan 170.488 ton padi ladang. Dibanding dua tahun terakhir, produktivitas padi yang dicapai meningkat, Pada 2004, produksi padi mencapai 2.091.996 ton sementara pada 2005 mencapai 2.124.144 ton, Semua itu belum termasuk produksi ubi kayu rotan 2006 mencapai lebih dari 5.473.283 ton, dan produksi jagung 1.183.982 ton. Dengan demikian ketahanan pangan di provinsi ini cukup kuat.
Read more